Jumat, 16 September 2011

Tragedi di pagi hari

16 September 2011


Izin dari sekolah selama 2 hari untuk menghadiri pernikahan kakak sepupuku sepertinya membawa banyak problem bagiku setelahnya. Aku ketinggalan pelajaran, nilai yang tak masuk, pe-er yang tak ku kerjakan dan guru yang tak terima permintaan izin dari siapa pun kecuali langsung dari orang tua, serta orang tuaku yang “lupa” meminta izin padanya..

Hummm..
Seperti pagi ini, muncul lagi problem lain..
Rasanya aku tak dapat merasakan nikmatnya sarapanku saat melihat kelinciku mengeluarkan hajatnya yang hitam dan encer. Mungkin itu akibat Shizu, nama kelinciku memakan tahu isi semalam, padahal tak lazim kan bagi kelinci memakan makanan seperti itu. Rasa penyesalan terasa berkumpul di ulu hatiku. Bagaimana tidak, jika kali ini Shizu mati berarti aku telah membunuh 6 kelinci.. T_T

Ugh, angka 6 itu menurutku bukan angka yang sedikit..
Tragedi pagi ini membuatku tak bisa tenang dalam belajar di sekolah, belum lagi hari ini ada hafalan yang menuntut untuk dihafal dan 2 ulangan sedang menungguku, dan aku melupakan hari ulang tahun sahabatku, Tham-chan..

Yap, sempurna sudah penderiataanku hari ini..

Yah, jika nanti Tham-chan membaca catatanku hari ini, aku, Kimidori Ai, sungguh minta maaf ke Tham-chan karena melupakan hari ulang tahun Tham-chan.. Otanjobi Omedeto, moga panjang umur, dan sehat selalu..^^


Yang Sedih,


Kimidori Ai

Senin, 22 Agustus 2011

12 Monumen Parepare

 Monumen 40.000 Jiwa
a.    Letak
Jalan Bau Massepe, depan mesjid Agung.
b.    Keterangan
Monumen ini dibangun karena adanya nilai sejarah yang sangat banyak yang terdapat ditempat tersebut. Hal ini dikarenakan karena adanya peristiwa korban 40.000 jiwa yang terjadi di seluruh daerah yang ada di Sulawesi Selatan sehingga untuk mengenang para pahlawan dan banyak orang yang lainnya yang telah gugur dalam peristiwa itu maka dibangunlah Monumen 40.000 tersebut. Adapun pahlawan yang gugur pada peristiwa itu berjumlah 24 orang.
c.    Foto



Monumen Jejak Telapak Tangan Prof. Dr. Ir. Ing. Baharuddin Yusuf Habibie
a.    Letak
Jalan Habibie Center
b.    Keterangan
Monumen Jejak Telapak Tangan Prof. Dr. Ing. Baharuddin Yusuf Habibie ini di buat adalah untuk memberikan penghormatan kepada Prof. Dr. Ing. Baharuddin Yusuf Habibie yang dimana beliau adalah putra pertama Parepare yang telah bisa menjadi Presiden Indonesia. Adapun bagian-bagian dari monumen tersebut adalah:
a.    Jejak tangan Prof. Dr. Ing. Baharuddin Yusuf Habibie
b.    Puisi untuk Prof. Dr. Ing. Baharuddin Yusuf Habibie
c.    Foto


Monumen Adipura
a.    Letak
Pintu sebelah selatan Senggol
b.    Keterangan
Monumen ini dibuat untuk menandakan bahwa kota Parepare telah mendapatkan Piala adipura yang menandakan bahwa kota Parepare adalah kota yang bersih. Monumen ini di bangun di pinggir laut dan berdekatan dengan perpustakaan kota serta terletak di dalam pasar senggol.
c.    Foto


Monumen H. A. Bau Massepe
a.    Letak
Jalan ujung H. A. Bau Massepe (Depan toko 1001)
b.    Keterangan
Monumen ini didirikan untuk menghargai jasa H. A. Bau Massepe yang telah membangkitkan semangat rakyat Parepare untuk melawan para penjajah yang bermaksud menguasai Parepare. Beliau juga di kenal sebagai sosok yang pemberani dan tidak gentar melawan penjajah.
c.    Foto



Monumen KB
a.    Letak
Jalan Lasinrang (Depan pintu pasar Lakessi sebelah utara)
b.    Keterangan
Monumen ini di bangun karena adanya program KB yang di jalankan oleh pemerintah kota Parepare, dan monumen seperti ini tidak hanya ada di depan pintu pasar Lakessi saja tetapi ada pada berbagai tempat di kota Parepare. Adapun kondisi monumen ini terlihat jorok karena adanya jelanga yang menutupi hampir semua permukaan monumen.
c.    Foto
  

Monumen KB
a.    Letak
Jalan Veteran (Depan kantor PLN)
b.    Keterangan
Monumen KB lainnya terdapat di Jalan Veteran tepatnya depan kantor PLN. Berbeda dengan monumen KB yang berada di Jalan Lasinrang monumen KB yang berada di jalan Veteran ini lebih terawat dan terlihat indah karena dilengkapi dengan taman-taman yang berada di sekeliling monumen. Selain sebagai perwujudan suksesnya program KB di kota Parepare monument yang satu ini juga di gunakan sebagai pembatas wilayah.
c.    Foto



Monumen Perahu Sampan
a.    Letak
Jalan Mattirotasi (Depan pasar seni)
b.    Keterangan
Monumen ini adalah monument yang unik yang dikarenakan karena monument ini mempunyai bentuk menyerupai kapal layar. Monumen ini di bangun karena kota Parepare adalah kota yang memiliki pelabuhan sebagai penghubung pulau Sulawesi denga pulau Kalimantan dan bahkan pulau Jawa, selain itu juga melambangkan bahwa kota Parepare adalah kota yang sebagian penduduknya berprofesi sebagai nelayan.
c.    Foto


Monumen Pemuda
a.    Letak
Jalan H. Agus Salim
b.    Keterangan
Monumen patung pemuda ini didirikan untuk memberri motovasi kepada generasi muda yang ada di kota Parepare agar melanjutkan perjuangan pejaung-pejuang angkatan 45 untuk mempertahankan kemerdekaan dan memajukan kota Parepare dan bangsa Indonesia menjadi salah satu bangsa yang dapat bersaing dengan bangsa-bangsa besar yan ada di dunia dengan cara belajar dengan keras dan giat bekerja.
c.    Foto



Monumen Baju Adat
a.    Letak
Jalan Bau Massepe
b.    Keterangan
Monumen ini di bangun sebagai ucapan selamat datang kepada orang-orang yang berkunjung ke Parepare. Selain itu monumen ini didirikan untuk memperkenalkan pakan adat kita sebagai masyarakat Sulawesai Selatan khususnya Parepare yaitu “baju bodo” kepada para tamu yang berkunjung.
Adapun keadaan monument ini dapat di katakan sangat terawat, apa lagi dengan adanya bunga-bunga dan pohon-pohon yang berada di sekitar monumen baju adat ini semakin menarik minat kita untuk mengunjunginya.
c.    Foto


Monumen Adipura
a.    Letak
Sektor ujung - Lasiming
b.    Keterangan
Monumen Adipura yang terletak di dekat sektor ujung Parepare ini sedikit berbeda jika di bandingkan dengan monumen-monumen adipura yang ada di kota Parepare, hal ini terjadi karena bentuk dari monumen ini sedikit pendek dari monumen-monumen adipura pada umumnya dan sedikit lebih lebar. Adapun keadaan di sekitar monumen dapat dikatakan terawat karena keadaan monumen tersebut selain karena disekitarnya di Tanami bunga-bunga indah juga kebersihannya terjaga.
c.    Foto

Monumen Adipura
a.    Letak
Jalan Bambu Runcing
b.    Keterangan
Monumen ini terletak di jalan Bambu Runcing tepatnya berada di jalan Jendral Sudirman. Letak monumen ini agak jauh dari pusat kota, tetapi monument ini cukup strategis karena terletak di jalan yang dilaewati oleh mobil antar kota. Selain itu, monume ini juga terletak pada jalan masuk menuju rumah sakit Tipe C.
      Adapun keadaan monument ini cukup terawat dibandingkan dengan monumen KB yang ada di jalan Lasinrang, walau demikian cat-cat di sekeliling monument tersebut terkelupas di mana-mana.
c.    Foto

Monumen Korban 40.000 Jiwa
a.    Letak
Jalan M. Kurdi - Lemoe
b.    Keterangan
Monumen ini terletak di jalan M. Kurdi, Lemoe. Letak yang berada di pinggiran kota ini menyebabkan monumen ini tidak terlalu di kenal oleh masyarakat. Meskipun begitu, moumen ini tetap mempunyai makna sejarah yang besar. Karena monumen ini didirikan akibat peristiwa 40.000 jiwa pada tanggal 23 Januari 1949. Pada peristiwa 40.000 itu menewaskan 25 orang.
c.    Foto

***

      Tulisan tentang 12 Monumen Parepare ini sebenarnya adalah salah satu tugas saya sewaktu SMP. Tugas ini juga dilengkapi dengan peta lokasi tiap-tiap monumen, akan tetapi karena suatu hal saya tidak bisa menambahkan peta-peta tersebut kedalam tulisan ini. Oleh karena itu, jika ada yang berminat melihat secara lengkap tulisan ini dapat mengirim pesan ke e-mail saya ai_niji12@yahoo.co.id. Oh ya, sebagai catatan tambahan monumen di Parepare bukan hanya ada 12 buah seperti yang tertera di atas tetapi masih banyak yang lainnya. Tetapi, karena yang guru saya minta cuma 12 buah jadi saya dan teman-teman saya juga cuma mencari tahu tentang 12 buah.. hehehe.. Tetapi walau 'cuma' 12 buah tapi usaha yang dibutuhkan untuk mencari informasi tentang monumen-monumen ini besar loh, kami harus berjalan lumayan jauh untuk bisa sampai ke monumen-monumen tersebut yang kebanyakan berada ditempat yang terpencil bahkan angkutan kota tidak sampai ke sana.. T_T
      Yeaaaahh, curhaaaat lagi.. 


      Oh ya, foto di atas itu teman-teman saya sewaktu berburu foto-foto monumen untuk tugas ini. Yang pake baju pink paling kiri itu namanya Putri, belakang Putri yang  pake baju putih itu namanya Fitri, Yang cuma kepalanya yang kelihatan Tham-chan, yang pake jaket Mickey Nouse hitam dalaman merah Dewi, sebelah kiri Dewi itu Fajriah, yang belakang Fajriah namanya juga Fitri.
      
      Oke, akhir kata semoga tulisan ini bermanfaat bagi kalian..^^

Jumat, 04 Maret 2011

1 Maret

Tanggal 1, di bulan yang sama. 1 Maret 2010.

Pertama kalinya aku merasakan rasa yang berbeda pada seseorang.

Aku tak yakin itu apa. Yang jelas itu bukan kagum, karena tak ada yang pantas dikagumi darinya. Bukan juga nafsu, karena aku bahkan tak pernah bertemu dengannya. Dan juga bukan sayang adik pada kakaknya, karena aku cemburu jika tahu dia bersama orang lain.

Mungkin itu adalah cinta, entah aku tak tahu. Hanya saja rasa itu memberi semangat dan harapan serta energi positif bagiku.

Karena dia, yang suaranya tak pernah ku dengar, aku tak bisa tidur.
Karena dia, yang punya otak mesum, aku ingin menjadi lebih baik.
Karena dia, aku menangis.

Yah, itu cinta. My first love.

Saat ku sadar aku bukan siapa-siapa baginya sakit rasanya. Tapi aku bukan orang yang cengeng, menangisi semua hal yang seperti itu. Hanya saja aku merasa hampa.

1 tahun 4 hari berlalu.
Sedikit demi sedikit aku melupakannya, sulit memang. Aku berusaha menyukai orang lain, tapi ku tahu itu bukan cinta, tapi hanya kagum. Kagum pada semangat, kepintaran, dan kebaikan mereka. Bukan rasa seperti yang kurasakan padanya.

Pelan tapi pasti, pada akhirnya nanti akan datang DIA yang sebenarnya.

Dan my first love, nantinya akan menjadi kenangan indah dalam hati, pikiran dan perasaan ku.

Rabu, 02 Maret 2011

Kesadaran, Tanggung Jawab dan Keikhlasan

          Jika aku berangkat pagi pagi ke sekolahku dan sampai di sekolah lebih awal maka aku akan mendapatkan ruang kelas X.1, kelas yang telah ku tempati selama 7 bulan terakhir ini sangat kotor dan berantakan. Seperti pagi ini.
          Aku datang lebih pagi karena hari ini di sekolah akan diadakan peringatan maulid nabi Muhammad SAW. Saat memasuki di sana hanya ada dua orang teman ku. Aku menghela nafas seperti yang ku perkirakan sebelummya kelas pasti kotor. Aku lalu berjalan ke arah bangku ku dan menunggu teman-teman ku yang lain.
          Jam telah menunjjukan pukul 7.15 WITA dan kelas telah penuh dengan teman sekelasku. Kemudian aku memandang sekeliling tak ada seorang pun yang bergerak membersihkan kelas. Aku berjalan ke arah meja guru, di dinding belakang meja itu terpampang daftar piket kebersihan kelas ku aku kemudian memandang nama-nama yang terpampang di sana, sebagai ketua kelas aku mulai meneriaki teman ku yang bertugas hari ini agar segera membersihkan kelas. Dan coba tebak, tak seorang pun menanggapi teriakanku, aku menghela nafas dan mendekati mereka satu persatu. Aku kemudian membujuk mereka, dengan segala cara yang kulakukan aku membujuk mereka dengan lemah lembut untuk membersihkan kelas dan bukannya mengambil sapu dan membersihkan kelas mereka malah mengacuhkan ku dan menyuruh orang lain. Kemudian, ku datangi ia, teman dekat ku di kelas ini. Ku bujuk dia untuk membersihkan kelas karena hari ini adalah tugas piketnya, belum selesai aku bicara ia menyuruhku untuk menyuruh orang lain dan bukan ia, karena pada hari sebelum-sebelumnya ia telah membersihkan kelas dan menurutnya tidak adil jika hanya dia yang terus aku suruh untuk menyapu kelas sedangkan yang lain tidak.
          Mendengar perkataannya aku terhenyak. Aku lalu pergi darinya dan mengambil sapu lalu menyapu kelas kotor ini, walau hari ini bukan tugas piket ku, akan tetapi sebagai ketua kelas aku juga merasa bertanggung jawab. Sambil menyapu aku memikirkan tentang kurangnya kesadaran teman-teman sekelas ku menegenai kesadaran dan tanggung jawab. Mereka hanya ingin mengerjakan kewajiban mereka jika dipaksa atau diadukan pada guru jika tak mengerjakannya dan bukan atas kesadaran sendiri. Aku merasa miris pada tingkah laku teman-teman kelas ku. Tak ada sedikit pun kesadaran mereka tentang pentingnya kebersihan itu, padahal sekolah yang kami tempati belajar saat ini adalah salah satu sekolah yang mengajarkan tentang hidup bersih setiap harinya dan juga sekolah yang terkenal dengan kebersihannya yang patut di contoh oleh sekolah lain di kota ini. Tetapi, menurutku yang paling penting adalah bagaimana menjalankan tanggung jawab yang telah diberikan kepada kami untuk mengelola kelas kami agar terlihat rapi dan bersih.
          Setelah beberapa menit menyapu aku mengedarkan pandangan ke sekelilingku. Beberapa teman yang dari melihatku menyapu dalam diam, membantuku membersihkan kelas ini, mungkin karena mereka kasihan melihatku, merasa bersalah, atau merasa tak enak membiarkanku menyapu sendiri, dan tak lama teman dekat ku yang tadi juga mengambil sapu dan mulai menyapu, aku diam-diam tersenyum melihatnya. Tapi senyum itu tak berlangsung lama. Lima menit kemudian ia dan beberapa teman ku yang lainnya menghentikan kegiatannya dan pergi entah kemana. Ku lihat ia, teman ku buru-buru duduk di bangkunya dan mengeluh kelelahan karena telah menyapu satu baris bangku. Aku kemudian berjalan menuju bangku ku yang tadi telah di sapu olehnya dan ku lihat masih terdapat banyak sampah dan kotoran di sana. Aku lalu kembali menyapu area yang belum bersih itu dan area lainnya sampai bersih.
Dari sanalah aku dapat menyimpulkan bahwa walaupun kita mengerjakan sesuatu yang telah menjadi tanggung jawab kita akan tetapi tak ada keikhlasan dalam mengerjakannya maka hasil yang didapatkan tidak akan pernah mambuahkan hasil yang baik pula.
         Dan pelajaran yang dapat kita petik adalah harusnya mulai dari sekarang kita bisa mulai menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab untuk mengerjakan kewajiban kita dan bukan karena ingin di puji oleh orang lain atau karena takut akan hukuman yang kita terima jika tidak mengerjakannya dan disertai dengan keikhlasan dalam mengerjakannya jika menginginkan hasil dari pekerjaan yang kita lakukan itu menghasilakan sesuatu yang baik

Kesepian, Rasa Rindu dan Kebimbangan

Kesepian telah mengajariku akan banyak hal, Seperti menangis dan tertawa diantara ketakutan dan keberanian.
Dan rasa rindu mengajarkanku tentang kesabaran dalam penantian.
Sedangkan kebimbangan banyak mengajarkanku tentang curiga, cemburu, bahkan percaya.
Saat kita terpisah jauh memasuki sepi dan kesendirian kau sangat berarti bagiku.
Tetapi, akan menjadi arti yang sesungguhnya bagiku adalah jika kita bertemu.